Ukuran Spion Yang Aman Sesuai Spek Pabrik

Motorgue, 28 Jun 2020
  • Spion pada motor
    Ukuran Spion Yang Aman Sesuai Spek Pabrik
Banyak yang menyepelekan fungsi spion dan banyak yang melepasanya. Alasan mereka melepas spion mengganggu ketika terpasang di motor. Bahkan banyak yang mengganti dengan spion variasi atau aftermarket karena dianggap lebih simpel dan gaya. Namun jangan asal pilih karena spion instrumen penting saat berkendara agar terhindar dari resiko kecelakaan. Untuk itu dalam pemakaian dan penggantian spion harus ada faktor yang diperhatikan. “Tentunya kondisi yang baik pada kaca spion harus ada dari dua sisi, yaitu situasi sebelah kanan dan kiri,” ujar Ludhy Kusuma dari Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora (DAM). Menurut Ludhy, kaca spion sudah didesain dengan spesifikasi dan model tertentu untuk setiap tipe sepeda motornya.

Rata-rata spesifikasi spion memiliki tinggi 75 - 80 mm dan lebar 130 - 140 mm sedangkan tinggi tangkai dari grip berkisar 10 - 13 cm.
Selain itu jenis kaca pada spion juga dirancang sedemikian rupa agar objek yang terlihat lebih jelas nampak di spion. Selain itu perlu atau pentingnya juga mengatur kaca spion. “Dilakukan setelah pengemudi mendapatkan posisi berkendara yang paling tepat dan baik,” ujar Ludhy Mengatur posisi kaca spion ideal agar menambah ruang pandang kondisi lalu lintas atau jalanan di samping atau belakang. Kata Ludhy perlu diingat juga, fungsi spion mampu mencegah terjadinya tindak kriminalitas. Bagi yang sering berkendara malam atau melalui daerah yang rawan tindak kejahatan. Spion jadi alat pemantau belakang yang membuat selalu awas terhadap gerak-gerik mencurigakan.

Selain itu, perlu diketahui bersama bahwa saat berkendara diharuskan untuk saling menjaga jarak dengan kendaraan lain. Hal tersebut sudah pasti agar tidak terjadi gesekan atau senggolan, bila kita sadar harus jaga jarak. Fungsi kaca spion pada motor juga mencegah terjadinya tabrakan saat akan pindah jalur. “Dengan kita melihat spion sebelum berpindah jalur dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan dengan kendaraan lain,” ujar Ludhy.
Sumber: