Jangan Asal, Mengencangkan Busi Ada Aturannya

Motorgue, 30 Apr 2020
  • Busi Motor
    Jangan Asal, Mengencangkan Busi Ada Aturannya
Jakarta - Setiap komponen pada kendaraan memiliki peranan penting. Misalkan saja busi yang bertanggung jawab untuk memastikan proses pengapian berjalan sebagaimana mestinya.

Namun komponen ini seringkali dianggap remeh oleh pemilik kendaraan. Seperti tidak memperhatikan cara memasang yang benar dan sebagainya.

ketika memasang busi adalah tingkat kekencangan karena pemasangan busi dengan nilai torsi yang tidak tepat, seperti terlalu kencang atau terlalu kendor dapat berakibat fatal pada busi.

Sebagai contoh, apabila memasang busi terlalu kencang dapat mengakibatkan ulir busi rusak yang tentunya akan mengakibatkan busi nantinya akan sulit untuk dilepas kembali.

Bagian center electrode hingga terminal nut pun tidak luput dari resiko kerusakan kalau tidak memasang busi dengan tingkat kekencangan yang tepat sehingga akan memengaruhi fungsi busi hingga performa mesin kendaraan.

Kekencangan Pemasangan Busi

tingkat torsi kekencangan pemasangan busi ditentukan oleh 3 hal, yaitu tipe busi yang menggunakan gasket atau tanpa gasket, ukuran diameter ulir busi, dan tipe kepala silinder mesin yang menggunakan cast iron atau aluminium.

Torsi kekencangan dalam pemasangan busi tergantung pada tipe busi. Ada dua tipe busi dengan torsi pemasangan berbeda, yakni tipe busi dengan gasket dan tanpa gasket.

Untuk tipe busi dengan gasket ukuran diameter 18 mm, maka torsi pengencangannya 35 - 45 Nm atau rotasi putaran setengah atau dua pertiga putaran, diameter 14 mm torsi pengencangan 25 - 30 Nm dengan rotasi putaran sama, ukuran diameter 12 mm torsi pengencangan 15 -20 Nm atau rotasi putaran setengah putaran, diameter ukuran 10 mm torsi pengencangan 10 - 12 Nm atau setengah putaran, dan diameter ukuran 8 mm torsi pengencangan 8 - 10 Nm atau sepertiga putaran.
Sumber: liputan6